28 April 2017

Analisa Kredit Mobil Tanpa DP

Mungkin Anda pernah mendengar atau melihat penawaran kredit mobil tanpa DP (down payment) yang ditawarkan oleh perusahaan pemberi kredit. Tawaran kredit tanpa uang muka atau DP 0% tentu saja menggiurkan dan sangat menarik, bukan?

Meskipun persaingan perusahaan pembiayaan (leasing) semakin ketat, ada perusahaan yang tidak menerapkan program layanan kredit kendaraan tanpa uang muka. Berikut analisa yang diulas oleh Siduit Indonesia dalam kaitan  pinjaman kredit mobil oleh nasabahnya.

Analisa Kredit Mobil Tanpa DP


Siduit tidak mengeluarkan program kepemilikan unit kendaraan bermotor melainkan program peminjaman uang dengan jaminan BPKB. Terkait dengan penawaran kredit tanpa DP kondisi tersebut sangat mungkin. Namun memiliki resiko dan konsukwensi tinggi yang patut dicermati oleh debitur.

Program kredit mobil tanpa DP (uang muka) bisa merugikan nasabah.  Ada dua hal yang merupakan skenario dan mekanisme terjadinya transaksi pendanaan tanpa uang muka. Khususnya dalam pembelian unit mobil secara kredit, maka kondisi DP 0 dapat dilakukan dengan cara:
  1. Memberikan diskon yang sangat besar kepada nasabah (terutama pada pembelian mobil baru). Biasanya dealer membuang semua margin, refund asuransi dan provisi sebagai subsidi ke konsumen. Teknis ini dibatasi kuota, dan hanya dalam periode singkat. Mereka berani mengambil langkah itu karena adanya target yang dibebankan main dealer dan karena adanya blind bonus khusus terkait pencapaian target. 
  2. Memberikan kombinasi subsidi dan upping harga unit, terutama pada pembelian mobil bekas. Pada unit yang sudah terlalu lama (tidak laku), biasanya diterapkan hal ini. Bahkan jika saat menebusnya sangat murah (biasanya hasil lelangan dengan kondisi buruk), maka tidak segan-segan showroom mobkas memberikan subsidi uang muka, bahkan kredit tanpa DP sekalipun. 

Kerugian Bagi Konsumen 

Berikut ini potensi kerugian nasabah yang bisa timbul atas transaksi tersebut.
  1.  Hutang pokok menjadi tinggi. Kondisi ini menyakitkan dan paling terasa saat anda mencoba mengajukan take over kredit, walaupun sudah jalan cicilan 70%, tetapi sisa hutang hampir sama besarnya dengan nilai taksasi saat itu. 
  2. Beban bunga kredit tanpa DP secara nominal menjadi sangat besar. Interest rate bisa saja sama, tetapi anda menderita kerugian akibat membayar nominal uang lebih besar dibandingkan dengan pinjaman menggunakan uang muka (bukan DP nol). Jika anda mengetahui rumus kredit, maka dapat menganalisa kejadian ini 
  3. Potensi penolakan pembelian secara kredit untuk mobil yang dipilih oleh bank atau leasing yang tinggi, akibat program DP Rp. 0 dan hasil analisa kapasitas keuangan nasabah. 
  4. Potensi pengeluaran besar atas perbaikan atau perawatan mobil. Jika anda membeli unit hasil lelangan dengan kondisi buruk, maka siapsiap mengambil kocek yang dalam. Cukup banyak oknum penjual kendaraan bekas yang hanya memperbaiki secara tampilan (trik) bukan memperbaiki secara tuntas. Dan ini menimbulkan masalah di masa mendatang, terutama saat unit mobil berpindah tangan ke konsumen. 
  5. Saat melakukan refinancing, maka berpotensi terjadi penolakan pinjam