04 Oktober 2016

Keutamaan budi pekerti (al Akhlaq al-Karimah)

Keutamaan budi pekerti (al Akhlaq al-Karimah) atau akhlak yang mulia adalah bentuk keutamaan yang paling tinggi kalau dibandingkan dengan Keutamaan memiliki harta, jabatan dan pasangan serta Keutamaan bentuk kesempurnaan fisikal. 


Sebagai contoh, seseorang memiliki harta yang banyak, dia akan bersikap dermawan. Ia tidak enggan memberikan sebagian hartanya untuk fakir miskin dan anak yatim; seorang professor yang pintar yang mengabdikan keilmuannya untuk mencerdaskan sesama manusia di sekolah atau di perguruan tinggi atau orang yang menolong sesame manusia, terlebih bagi yang membutuhkannya.

Keutamaan budi pekerti (al Akhlaq al-Karimah)


Bentuk keutamaan seperti ini tentu saja lebih tinggi tingkatannya dari kedua keutamaan sebelumnya. Sekalipun demikian, kedermawanan kita bukan tanpa syarat. Syarat yang paling mutlak untuk menunjang kedermawanan, kebaikan dan pengabdian yang kita miliki adalah keberadaan orang lain atau komunitas di sekitar kita. 

Sedermawan apapun seseorang, ketika dia hidup di tengah padang pasir yang tidak terdapat orang hidup di sekitarya, maka kedermawanan pada saat itu tidak punya arti apa-apa. Hal ini menunjukkan, bahwa keutamaan seseorang pada tahap ini terkait dengan kehadiran orang lain. Tanpa kehadiran orang yang akan menerima kedermawanan, atau kebaikan seseorang, semua itu tidak akan terjadi.


Keutamaan budi pekerti (al Akhlaq al-Karimah) -Temporaktif