30 September 2016

Menjadi Pembicara Yang baik

Berbicara itu bisa saja hanya membuka mulut, menggerakkan lidah dan mendorongkan kehendak. Namun menjadi pembicara yang baik lebih dari itu, yaitu juga menjaga lisan, mengendalikan pikiran, mengarahkan ketepatan maksud. Karena itu ada adab atau tata cara untuk penyampaian informasi secara lisan dengan mengolah pikiran, perasaan dan memanifestasikannya dalam perilaku.


Bagaimana menjadi pembicara yang baik? Simak tulisan berikut yang ditulis di Lentera Motivasi yang baik memerlukan kebijakan, pengolahan pikiran dan perasaan.

Menjadi Pembicara Yang baik

Pembicara Yang baik

Informasi faktual

Informasi faktual meminimalkan penyimpangan berita. Jika informasi faktual diperkirakan membawa dampak mengejutkan, membuat syok, meruntuhkan daya tahan diri seseorang, sampaikan pendahuluan dengan referensi lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bahasa sesuai kemampuan pendengar

Bahasa memainkan peran utama dalam pembicaraan. Bahasa yang digunakan sesuaikan dengan tingkat kemampuan pemahaman, umur, pendidikan, latar belakang pendengar. 

Waktu yang tepat


Pemilihan waktu penyampaian juga mempengaruhi kemampuan cerna makna pembicaraan. Mereka yang sedang emosional akan mudah menyimpang dari arti bicara. Karena itu sering digunakan kata pendahuluan untuk membuat suasana lebih nyaman sebelum informasi sesungguhnya disampaikan.

Jaga sikap sesuai budaya

Jarak antara pembicara dan pendengar, sikap ketika berbicara, tampilan ketika menyampaikan pembicaraan, memberikan nilai tambah atau kurang seseorang akan pembicara. Menyapa dengan salam jabat tangan sendiri telah kita buktikan beragam.

Pahami orang lain lebih dahulu

Manusia selalu ingin dipahami, maka pahamilah lebih dahulu orang lain sehingga kita mampu membuatnya memahami pembicaraan kita. Sebuah semboyan yang patut diacungi jempol di panti rehabilitasi, memberi pengertian bahwa seseorang dipahami dilakukan dengan: mendengarkan dengan perhatian, menatap mata/wajah lawan bicara, memberikan umpan balik (merespon), menyimak dengan memberikan simpulan pada akhir pembicaraan.

Sumber: Menjadi Pendengar Yang Baik