05 Maret 2016

Terimakasih Istriku Kau Telah Sabar Menghadapiku

Sekali lagi bukan bearti aku tidak iklas dengan ujian yang sedang aku hadapi, tapi aku kuatir besok kamu tidak bisa makan enak lagi.

Dahulu aku sering memanjakanmu dengan aneka makanan yang lezat dan bergizi. Bahkan aku mengajak kamu pergi jalan-jalan ketempat yang jauh sehingga membuat hati kamu bahagia sampai akhirnya melemparkan tatapan hangat dan seyuman manis itu.

Terimakasih Istriku
Gambar via dakwataruna.com
Harus diakui ketika itu aku merasa sebagai pria paling bahagia di dunia karena beberapa hal yang ingin ku miliki berhasil didapatkan. Namun seiring berjalannya waktu dengan kehidupan yang stabil membuat aku lalai dengan rutinitas pekerjaanku. Aku terjebak dizona nyaman! Itulah yang membuat suami mu ini menjadi malas.

Kini sudah 2 bulan kita melewati kehidupan rumah tangga tentu dengan kondisi yang berbeda dengan sebelumnya. Berbagai macam rintangan terus menampar ku, satu persatu ujian-ujian menghujami ku.

Aku beruntung mempunyai istri seperti kamu. Walaupun sifatmu itu berbintang zodiak scorpio, tapi aku bahagia kau ada disampingku. Senyuman mu, candaan mu, dan hal lainnya yang kamu perbuat untuk ku.

Aku tidak tau bagaimana persaanmu yang sebenarnya, mungkin kamu sakit dan pusing tapi kamu berusaha tidak menunjukannya dihadapan ku.

Saya teringat ketika terakhir kali kamu sedang kesal, tapi kau masih mengingat dan menyiapkan makanan serta menyetrika baju yang akan aku pakai untuk "berdinas".

Sungguh sayang, hatiku terpukul tapi aku belum habis..

Istriku, aku paham betul akhir-akhir ini beban pikiran mu semakin banyak. Bukan maksud ku membiarkan mu seperti itu, tapi aku tak berani melihat air matamu jatuh di depan muka ku.

Terima kasih istriku kau telah sabar menghadapiku, maafkan suami mu ini karena sudah membuat mu kuatir dengan berbagai hal. Dibalik kekesalan mu kami tidak pernah marah, sebab pria tau bahwa wanita membutuhkan kepastian.