12 Februari 2016

Heboh Stiker LGBT di Facebook dan LINE

Menyebarnya stiker bertema LGBT telah menyebabkan rasa kurang nyaman dari para pengguna dan pemerhati layanan Over The Top (OTT) di Indonesia untuk. Oleh karena itu Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta layanan tersebut memfilter konten berbau LGBT. Kominfo ingin konten berbau LGBT tidak bisa dibuka di Indonesia.


Heboh Stiker LGBT di Facebook dan LINE


Khusus untuk Facebook dan LINE, Kominfo mengatakan permintaan tersebut bertujuan untuk memfilter stiker LGBT. "Kami ingin menyampaikan sikap pemerintah bahwa mereka wajib menghormati ketentuan yang berlaku di Indonesia," Juru Bicara Kominfo, Ismail Cawindo. 

"Saya sudah mencoba menghubungi perwakilan Facebook di Jakarta namun belum tersambung," kata Ismail, saat dihubungi tempo.co pada Kamis, 11 Februari 2016. Selain perwakilan di Jakarta, Ismail juga menghubungi perwakilan Facebook di Singapura.

Menurut Ismail, perusahaan OTT yang tidak mengikuti aturan bisa diblokir. Perusahaan akan digiring ke Panel Pengelolaan Konten untuk dibahas. "Panel yang akan menilai apakah diblokir atau tidak," katanya. "Itu sebabnya kami terlebih dahulu minta agar difilter dulu sendiri," lanjut dia.

Stiker LGBT tersedia di beberapa layanan OTT seperti LINE dan Whatsapp. Di LINE, pengguna dapat mencari dengan kata kunci 'Gay' untuk menemukan sitker LGBT. Sementara di Whatsapp, ada emoticon sesama jenis lalu di tengahnya ada bentuk hati.
Perusahan aplikasi pengirim pesan Line menghapus stiker bertema lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di aplikasinya. Stiker berjudul “Love is Love”, yang menampilkan gambar dua pria saling bermesraan, itu mendapat kecaman dari para pengguna Line. Stiker-stiker tentang LGBT yang tersebar ke publik sangat sensitif bagi masyarakat. Line, sedang memperbaiki agar kejadian seperti ini tidak terulang.

Sebelumnya, di media sosial beredar kecaman dari pengguna Line dan masyarakat. Netizen memprotes berbagai stiker yang menggambarkan pasangan sesama jenis. Satu di antaranya gambar dua laki-laki berciuman, berpelukan, mengeluh, hingga marah-marah. Gambar itu seolah-olah menunjukkan bahwa mereka adalah pasangan sesama jenis.