12 Agustus 2013

Penyembuhan Aroma Terapi

Penyembuhan dengan Aroma Terapi
Penyembuhan dengan aroma terapi sudah dirasakan berabad-abad lamanya dan telah diwariskan secara turun-temurun. Efek dari aroma terapi yang terhirup akan mengirimkan sinyal ke pusat sistem syaraf. Selanjutnya akan merangsang keluarnya hormon serotonin dan endorfin. Hormon ini mempengaruhi suasana hati menjadi lebih bahagia dan memperperbaiki mood.

Bahan aroma terapi dapat dengan mudah kita peroleh. Ada yang beraroma bunga, daun, akar, maupun kulit pepohonan tertentu. Aroma terapi dapat pula dijadikan metode penyembuhan tanpa obat dan dapat kita lakukan sehari-hari. Molekul aroma yang dikeluarkan dari sumber aroma terapi berupa minyak esensial, balsem, uap dan serbuk.

Pilihan aroma terapi yang dianjurkan untuk penyembuhan antara lain

  • Lavender : untuk mengurangi keluhan insomnia, mual, sesak, masalah pernafasan, kejang otot, pusing , dan nyeri sendi. 
  • Pepermint / menthol : untuk keluhan kembung, kolik, susah buang angin, kembung, mabuk perjalanan, nyeri haid, pilek dan migren. 
  • Eucalyptus /minyak kayuputih : untuk keluhan radang tenggorokan, gatal-gatal, infeksi kulit,anti nyeri pada keluhan pusing ,nyeri rematik, anti radang. 
  • Lemon : untuk keluhan seputar penyakit jantung, pernafasan, infeksi kulit, pilek, masalah kulit. 
  • Camomile: untuk keluhan migrain, nyeri haid, kram, eksim, nyeri perut. 
  • Sandalwood atau minyak zaitun: untuk relaksasi otot, pusing atau migrain, nyeri sendi, nyeri perut, gangguan saluran pencernaan, dada berdebar-debar dan alergi. 
  • Rose atau jasmine: untuk mengatasi keluhan keletihan, insomnia, mengurangi rasa nyeri, merangsang peredaran darah, pusing, dan keluhan saat haid. 

Cara penggunaan aroma terapi bisa sebagai campuran saat pijat, dalam air mandi, di uapkan, dan dioleskan.

Meskipun hingga saat ini tidak ada bukti efek samping aroma terapi membahayakan janin namun sebaiknya ibu hamil penggunaan aroma terapi seperlunya saja, terutama saat hamil muda dan teliti dulu sebelum menggunakan mengandung bahan kimia atau tidak pada label kemasan. Beberapa aroma terapi yang perlu dibatasi penggunaan saat hamil antara lain aroma bunga-bungaan yang tajam. Sedangkan untuk ibu dengan hamil dengan kadar G6PD rendah juga bayi dengan kadar G6PD rendah, leukemia tidak disarankan menggunakan pewangi atau aroma terapi.

Untuk beberapa orang, ada juga yang alergi aroma wangi, sebaiknya gunakan metode relaksasi yang lain. Penyembuhan dengan Aroma Terapi - Temporaktif