12 Agustus 2013

Efek Psikologis Akibat Mandul

Efek Psikologis Akibat Mandul
Harapan terbesar bagi kedua pasangan suami-istri yang baru menikah adalah memiliki momongan. Namun, banyak pasangan yang mengalami gangguan emosi secara psikologis saat mengetahui bahwa salah satu dari mereka tidak subur.

Masalah infertilitas memang memiliki dampak besar terhadap efek emosional pasangan suami-istri, bahkan tak jarang pula dapat memengaruhi karier dan kehidupan pribadi. Berikut ini adalah sejumlah efek psikologis yang mungkin terjadi pada pasangan yang sulit memiliki momongan:

1. Efek emosional pada pasangan perempuan

Kaum wanita mungkin menjadi salah satu pihak yang paling rentan mengalami masalah emosional. Bagi mereka, hanya kehadiran seorang anaklah yang dapat memberikan segala kebahagiaan. Depresi pada wanita yang menderita infertilitas setara dengan depresi pada pasien yang menderita kanker atau penyakit jantung.

2. Efek psikologis pada pasangan pria

Sebagian besar pria lebih mampu menjaga dan menyimpan emosi dan gagal untuk mengekspresikan kesedihan mereka. Pria berpikir bahwa mereka harus menjadi pribadi yang kuat dalam keluarga dan karenanya mereka tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Mereka datang untuk mendukung dan menghibur pasangan wanita mereka meskipun ia sebetulnya sama-sama merasa hancur. Namun, masalah biasanya akan muncul ketika pria tersebut mengetahui bahwa dirinya memiliki masalah infertilitas. Sebagai pria, mereka merasa terluka dan cenderung berubah jadi liar. Hal ini terkadang mempengaruhi hubungan suami-istri dalam keluarga.

3. Efek pada pasangan dan orang lain

Infertilitas memiliki dampak psikologis yang besar pada hubungan pasangan suami-istri. Mereka merasa bertanggung jawab untuk setiap kesusahan orang lain atau pasangan. Ketika mereka tidak bisa menyalahkan satu sama lain, pertengkaran akan pecah pada hal-hal konyol dan segalanya menjadi lebih buruk. Tapi hal yang berlawanan juga bisa terjadi. Permasalahan ini mungkin akan membuat pasangan menjadi lebih dekat dan memperkuat hubungan mereka karena sama-sama merasakan kesedihan.

4. Efek pada keluarga

Efek emosional dari infertilitas pada keluarga secara keseluruhan tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Kebanyakan pasangan biasanya gagal untuk memahami apa masalah yang sebenarnya terjadi dan mulai menyalahkan pihak wanita. Hindari untuk saling menyalahkan. Baik pasangan atau keluarga seharusnya mendukung satu sama lain, karena tidak ada seorang pun yang ingin mengalami hal ini.

Meskipun sangat sulit untuk menangani masalah emosi pikiran, Anda harus bersabar dengan masalah tersebut. Infertilitas dapat sepenuhnya disembuhkan dengan pengobatan medis. Jika Anda menderita ketidaksuburan segera konsultasikan ke dokter kandungan.

(health.kompas.com dari boldsky)