16 Mei 2012

Seminggu Omzet Rp 3 Juta

Usaha Rahma dan Devi ini memang masih terbilang dini. Namun mereka tidak ingin dibilang hanya sebatas bermain-main. Varian rasa dan cara promosi yang baru sudah dipertimbangkan. Selain sayuran, mereka juga membuat nugget ayam original dan keju.


Kedua perempuan bersaudara ini memang kompak. Mereka menjalankan peran masing-masing dengan baik. Rahma lebih fokus membuat varian rasa nugget, dan Devi berpikir bagaimana cara memasarkan barang dagangan supaya merambah pasar lebih luas.

Seminggu Omzet Rp 3 Juta


“Awalnya yang membeli ibu-ibu untuk anak-anak mereka. Kini banyak ayah dan ibu yang memesan untuk dimakan sendiri,” tutur Devi Yanuari yang pernah menjadi finalis 20 besar Putri Indonesia Jatim 2011, Selasa (8/5/2012).

Tanpa disangka banyak pesanan berdatangan, salah satunya dari Bali. Ratusan orang sudah mengontak mereka dan mendatangkan omzet sekitar Rp 3 juta dalam seminggu. Jika luar kota akan dikirim melalui pos dengan layanan ekspres karena mereka sangat mementingkan kesegaran produk.

“Ya agak repot jika berjualan produk tanpa bahan pengawet. Akan tetapi, itu sudah komitmen kami untuk memperkenalkan makanan sehat kepada konsumen,” kata Devi. Pengiriman ke Sidoarjo pun masih dilakukan sendiri supaya nugget masih dalam kondisi fresh keluar dari lemari pendingin.

Rahma Oktavia menerangkan bahwa nuggetnya dibuat dari daging ayam bagian dada untuk menghindari adanya lemak. Setelah digiling lalu dicampur tepung, telur, gula, garam, bawang putih, dan merica. Sayuran seperti brokoli, bayam, dan wortel dicampurkan terakhir.

Nugget Sehat Bunda Aqilla ini diproduksi dalam beberapa jenis. Yaitu nugget rasa original berbahan daging ayam saja dengan harga Rp 15.000 per 200 gram, nugget sayur rasa brokoli, wortel, atau bayam dengan harga Rp 20.000 per 200 gram, serta nugget rasa keju yaitu campuran daging ayam dan keju cheddar dibanderol harga Rp 25.000 per 200 gram.

“Varian yang paling laris ya brokoli dan wortel,” ucap Rahma kalem. Dan kini mereka menyediakan nugget sayur, original, dan keju versi goreng. Untuk yang ini, mereka mengemasnya dengan plastik mika.

Semua pesanan ini diselesaikan mulai pukul 06.00 hingga pagi keesokan harinya. Karena tidak ada stok dan harus disampaikan kepada konsumen langsung supaya tidak basi, maka mereka harus rela bekerja keras. Produk nugget buatannya ini tahan sampai dua minggu.

“Bisnis baru itu tidak mudah dan kami yakin ini adalah momen bagi kami. Jadi sejauh ini tidak  ada pesanan yang kami tolak,” papar Devi tentang usaha yang dimulai dari modal Rp 100.000 ini.

Bahkan, beberapa diantaranya menghubungi untuk menjadi reseller. Namun, baik Rahma dan Devi belum siap karena pasti nanti akan diperlukan produksi dalam jumlah sangat besar. Sementara mereka masih terganjal dengan terbatasnya peralatan.

Desain kemasan nugget dibuat dan dicetak sendiri oleh Devi. Sekarang dia sedang mempersiapkan flyer untuk disebarkan ke sekolah-sekolah dasar. Pemilihan tempat pun disesuaikan dengan misi mereka sejak awal yaitu memperkenalkan makanan sehat kepada masyarakat luas.

Pameran pun dilirik sebagai ajang tepat untuk memasarkan produk Nugget Sehat Bunda Aqilla. Devi akan ikut serta dalam pameran di acara Cak dan Ning Surabaya beberapa bulan mendatang.

“Semua harus dicoba supaya brand nya lebih dikenal orang,” ungkap Devi.

Gadis tinggi langsing ini sudah terbiasa berbisnis. Sebelum usaha nugget bersama kakaknya, dia membuat aksesori jilbab dari pita selama setahun belakangan ini. Pemasaran juga melalui online dan ikut pameran kerajinan beberapa kali. Pembelinya pun sudah merata di Surabayahingga Kalimantan. Sama dengan nugget, tidak ada stok untuk aksesori jilbab ini karena selalu habis terjual.(http://surabaya.tribunnews.com)