15 Mei 2012

Indonesia termasuk pembajak software tertinggi di Asia Pasifik

Hasil survei yang dilaksanakan pada Februari sampai Maret 2012 terhadap 518 responden komputer di Indonesia menunjukkan hasil lebih dari setengah atau 59 persen dari pengguna komputer Indonesia mengaku melakukan pembajakan peranti lunak (software) untuk komputer mereka.


"Jika 59 persen konsumen mengaku mencuri dari toko, aparat penegak hukum seyogyanya meningkatkan jumlah pengaman dan denda," ujar Tarun Sawney selaku Direktur Senior Anti Pembajakan Asia Pasifik BSA dalam keterangannya di Pasific Palace Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa 15 Mei 2012.
software bajakan

Angka tersebut ikut berkontribusi dalam tingkat pembajakan software di Indonesiapada tahun 2011 yang mencapai 86 persen. Tingkat pembajakan tersebut berarti 8 dari 10 program yang di-instal oleh pengguna komputer Indonesia merupakan software tanpa lisensi.

"Dan ini artinya rata-rata setiap PC di Indonesiamenggunakan software ilegal," sebutnya.

Tingkat pembajakan software di Indonesia pada 2010 mencapai 87 persen. Pada 2011 lalu, turun satu persen menjadi 86 persen.

"Indonesiatermasuk tingkat pembajakan software yang tertinggi di Asia Pasifik," katanya.

Selain Indonesia, masih ada Bangladesh dengan tingkat pembajakan mencapai 90 persen, Pakistan 86 persen, Thailand 72 persen, Malaysia 55 persen. Artinya, Indonesiameraih posisi juara dua bersama Pakistanuntuk tingkat pembajakan software tertinggi di Asia Pasifik.

Data ini merupakan temuan studi Pembajakan Software Global BSA (Business Software Alliance) 2011.

Dari 59 responden di Indonesia yang mengaku memperoleh software secara ilegal, 5 persen mengatakan selalu memperoleh software secara ilegal. Sementara 14 persen responden mengatakan sering melakukan. Sebanyak 23 persen mengatakan melakukan pada saat tertentu. Sisanya, 17 persen mengaku hanya sekali memperoleh software secara ilegal.

Sumber: http://teknologi.vivanews.com